Korupsi Wakil Rakyat Sumatra Barat

 


Kasus korupsi yang dilakukan oleh anggota DPRD Sumatera Barat, sekalipun sudah divonis bersalah oleh hakim pengadilan negeri Padang, masih mengundang kontroversi. Salah satunya disebabkan dakwaan primer yang diajukan jaksa, tidak terbukti. Para anggota dewan ini, divonis bersalah dengan dakwaan subsider yakni melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah UU No.20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Namun demikian, sekalipun menggunakan pasal ini, majelis hakim tidak memiliki kata sepakat. Dari sembilan anggota majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, tiga diantaranya menyatakan terdakwa tidak bersalah. Seusai pembacaan vonis dan dissenting opinion (pendapat berbeda), para terdakwa langsung menyatakan banding.

 

 

Kasus dugaan korupsi ini cukup mengusik ketenangan kader PK Sejahtera, mengingat dua orang aleg dari FPK ikut menjadi terdakwa, yakni M Yasin dan Marfendi. Menurut Tifatul Sembiring, Ketua DPP Wilda 1, kasus dugaan korupsi ini mencuat sejak dua tahun yang lalu. Tepatnya saat penyusunan APBD tahun 2002, yang oleh anggota dewan mengacu pada UU no 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah. Dasar hukum ini sebenarnya digunakan pula oleh DPRD lain di seluruh Indonesia. Namun rupanya, tindakan anggota dewan ini dianggap melanggar PP 110 tahun 2000 mengenai kedudukan keuangan dewan. Sehingga atas dasar hal ini, para anggota dewan dituduh telah melakukan tindakan korupsi terencana. Padahal, ujar Tifatul, para anggota dewan tersebut sudah melakukan judicial review ke mahkamah agung yang hasilnya membatalkan PP 110 tahun 2000 ini. Sehingga, tindakan anggota DPRD yang tidak menggunakan PP 110 tahun 2000 dalam penyusunan APBD dibenarkan.

 

 

Sementara itu kepada wartawan seusai aksi di Tugu Proklamasi (16/5), Presiden PK Sejahtera Dr Hidayat Nurwahid mengatakan, proses hukum harus tetap dijalankan untuk mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah. Namun demikian, Hidayat mengakui adanya perseteruan antara keputusan Mahkamah Agung dan Menteri Dalam Negeri. MA telah memberikan kewenangan adanya revisi terhadap peraturan perundangan tentang penggajian. Tapi pihak Mendagri tidak mau tahu dan tetap menggunakan dasar peraturan pemerintah mengenai masalah anggaran dan penggajian. Sehingga para anggota dewan terjebak dengan dilema ini. Namun Hidayat menyatakan hukum tetap harus ditegakkan, dan mempersilakan adanya proses hukum bagi para anggota dewan tersebut.

 

 

Di Padang sendiri, usai penetapan vonis, salah satu pimpinan DPRD Sumatera Barat, Arwan Kasri kepada media Padang Ekspress menyatakan tidak menerima putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Padang. Menurut Arwan, tindak pidana korupsi tersebut tidak pernah mereka lakukan. ?Satu persen saja uang yang keluar untuk honor kami, itu dari izin Gubernur Sumbar. Jadi dimana letak korupsinya?? tegas Arwan. Tentang APBD yang bermasalah ini pun, sebenarnya Gubernur Sumatera Barat ikut mengesahkan. Dan mengingat para tersangka sudah mengajukan banding, maka dengan sendirinya kasus ini belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

 

 

Kasus korupsi ini, diakui Tifatul, cukup membuat citra PK Sejahtera menjadi buruk. Sebagai informasi, perolehan suara PK Sejahtera sendiri, pada Pemilu 2004 lalu di Padang justru menjadi nomor satu, dan nomor dua untuk provinsi Sumatera Barat. Meski demikian, untuk memberikan penjelasan resmi tentang duduk masalah di Sumatera Barat dan juga dugaan korupsi di DPRD Padang yang bermotif serupa, Tifatul mengatakan, DPP PK Sejahtera akan segera menyelenggarakan konfrensi pers. (timedi@)

 

 

SUMBER: www.pks-jakarta.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: