Memerangi Korupsi: Hanya Satu Kata: Lawan!

BENAR-benar ironis dan tragis. Di era reformasi yang amanahnya membersihkan negeri ini dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), praktik-praktik itu bukannya berkurang tetapi makin merajalela. Padahal era ini lahir sebagai protes terhadap pemerintahan Orde Baru yang dianggap sarat dengan perbuatan KKN. Malah otonomi daerah yang juga lahir sebagai koreksi terhadap sentralistisnya Orde Baru justru ikut menyebarluaskan praktik haram itu ke semua lini pemerintahan. Akibatnya, di negeri ini nyaris tidak ada ruang yang bersih dari KKN.

APAKAH Republik ini akan dibiarkan hancur digerogoti oleh para koruptor yang kini bercokol di eksekutif, legislatif, dan yudikatif? Semua komponen bangsa tentu tidak rela negeri kaya sumber daya alam ini dikuras oleh para maling baik untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Akan tetapi, harus dengan cara apalagi perbuatan melawan hukum yang merusak sendi-sendi ekonomi, sosial, dan politik itu diperangi. Soalnya pemberantasan korupsi yang dilakonkan oleh para pelaksana hukum selama ini sering membuat rakyat frustrasi. Gaungnya hanya wacana, tidak nyata seperti yang diharapkan. Baca lebih lanjut

Kita Belum Pernah Dewasa

 

Oleh Mohamad Sobary

 

KITA harus, misalnya, memperoleh pendidikan yang baik, dan hal itu hanya ada di sekolah yang juga baik, dengan biaya mahal. Apalagi di sekolah atau perguruan tinggi terbaik. Keluarga yang mampu menembus batas struktural ini sekali lagi harus berhadapan pula dengan persyaratan psikologis: punyakah ia kemampuan dan bakat akademis, keuletan, dan usaha tak kenal lelah untuk bisa lulus dengan baik, dan kalau mungkin, terbaik? Baca lebih lanjut

Ketika Cina Perangi Korupsi

 

“KARENA hukuman terhadap pekerjaan buruk tidak dieksekusi dengan cepat, itulah sebabnya hati anak manusia terbentuk untuk terus melakukan kejahatan,” demikian kata Raja Salomon. Kalimat itu tertera diKitab Eklesia 8:11. Baca lebih lanjut

Konspirasi Tahu Sama Tahu

 

KALAULAH sekarang bermunculan persoalan menyangkut otonomi daerah, itu merupakan distorsi implementatif atas semangat sesungguhnya dari desentralisasi. “Kegagalan” itu tidak hanya ada di tingkat daerah karena sebenarnya pemerintah pusat yang menggulirkan persoalan tersebut juga mengambil peran. Baca lebih lanjut

Pemilihan Gubernur Jabar dan Korupsi di DPRD yang Belum Tuntas

 

SUASANA sidang class action terhadap 100 anggota DPRD Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan kucuran dana kadeudeuh Rp 25 milyar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis 6 Maret, tak semarak lagi. Tidak terdengar yel-yel seperti pada sidang-sidang awal. Baca lebih lanjut

Ledakan Korupsi dan Rezim Paranormal

 

Bubur ayam restoran Pandansari Hotel Santika terkenal sebagai paling enak sepanjang Jalan Sudirman kota itu. Namun, pertemuan sejumlah pemangku jabatan pemerintah dan anggota DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di situ bukan cuma menghirup kuah panas bubur ayam. Mereka duduk bersama untuk mencari kesepakatan jumlah uang (amplop) sebesar Rp 135 juta yang mereka minta dari pengembang proyek Jogja Expo Center (JEC), PT Adhi Karya. Baca lebih lanjut

Rakyat Sudah Putus Asa

 

BAGAIKAN Sisyphus yang dihukum para dewa dalam mitologi Yunani. Demikian kira-kira nasib pemberantasan korupsi di Indonesia. Sisyphus harus mendorong batu besar yang berat dengan susah payah ke puncak gunung. Namun, setiap kali sampai ke puncak gunung, batu itu menggelinding jatuh. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.