Peluncuran Buku Biografi Bagindo Azizchan

Buku Penting, Tapi Banyak Salah Ketik

 

Peluncuran buku Bagindo Aziz Chan Pahlawan Nasional dari Kota Padang, yang ditulis Siti Fatimah, Emizal Amri dan Yasrina Ayu, di Gedung Pertemuan Bagindo Azizchan, Rabu kemarin, mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan.

 

Itu ditandai, banyaknya undangan yang hadir dalam peluncuran buku tersebut. Hingga tak urung membuat suasana Gedung Pertemuan Bagindo Azizchan penuh sesak oleh para undangan. Di antara yang hadir, selain kalangan praktisi pendidikan, pengamat sejarah serta pelajar SMP dan SMA se- Kota Padang juga dihadiri oleh keluarga besar almarhum Bagindo Azizchan, Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional yang diketuai Aisyah Badawi Wahid Hasyim, mantan walikota Padang Zuiyen Rais, Ketua Gebu Minang dan Bako IKK Sumbar di Jakarta Asril Tanjung serta unsur Muspida lainnya.

 

Dalam acara peluncuran buku Bagindo Azizchan menampilkan dua orang pembicara utama, masing-masing, Hey Bachrizal Tanjung dan Mohammad Iskandar. Diskusi itu mengemuka berbagai hal tentang pentingnya menggali kembali nilai-nilai sejarah perjuangan para pejuang bangsa. Terutama, merosotnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan kehidupan bermasyarakat. Belum lagi, derasnya pengaruh globalisasi yang melanda para generasi muda dewasa ini.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, diwakili Sekprov Sumbar Yohanes Dahlan, dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya melanjutkan kembali perjuangan Bagindo Azizchan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan dari cengkraman penjajahan Belanda. “Untuk itu, peluncuran buku ini sangat tepat. Karena, dengan begitu kita bisa memahami perjuangan Bagindo Azizchan. Buku ini perlu kita sampaikan kepada generasi kita, agar mereka paham dengan perjuangan generasi terdahulu,” terangnya menjelaskan.

Ditambahkannya, sejarah perjuangan Bagindo Azizchan, memang sangat perlu diwariskan kepada generasi penerus, sehingga mereka bisa meneladani sikap dan perjuangan yang telah dilakukannya selama ini. Senada dengan itu, Wali Kota Padang Fauzi Bahar dalam sambutannya juga memberikan apresiasi khusus terhadap peluncuran buku Bagindo Azizchan tersebut. Menurutnya, dengan lahirnya buku tersebut, maka generasi muda bisa mengetahui sejarah panjang perjuangan Bagindo Azizchan.

 

“Karena itu, penerbitan buku ini adalah hal yang penting. Karena, kalau tidak diterbitkan, tentunya generasi demi generasi tidak akan pernah tahu tentang perjuangan Bagindo Aziz Chan,” ungkapnya menjelaskan.

Simbolis: Salah seorang kerabat Bagindo Azizchan membuka tirai poster buku tanda dibukanya peluncuran buku pahlawan nasional Bagindo Azizchan, kemarin.

Ditegaskannya, banyak hal positif yang patut ditiru dari para generasi pejuang terdahulu, termasuk Bagindo Azizchan, terutama tingginya semangat juang mereka dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Dan, semangat juang tersebut jauh berbeda dengan generasi muda hari ini. Makanya, agar semangat juang tersebut bisa diwarisi oleh generasi hari ini, salah satunya bisa dilakukan dengan menuliskan buku. Di pihak lain, untuk lebih mengenalkan semangat kejuangan Bagindo Azizchan, menurut Fauzi Bahar, juga bisa dilakukan dengan mengabadikan nama Bagindo Azizchan, sebagai nama bandara, menggantikan nama Bandara Internasional Minangkabau yang ada saat ini. Selain itu, Walikota dalam kesempatan itu juga berjanji akan menjadikan buku Bagindo Azizchan sebagai buku bacaan wajib bagi pelajar SMP dan SMA yang ada di Kota Padang.

Di sisi lain, Dr Mestika Zein, selaku salah seorang penggagas serta editor buku Bagindo Azizchan menjawab pertanyaan koran ini, mengaku perlunya melakukan beberapa penyempurnaan terhadap buku Bagindo Azizchan yang telah diterbitkan tersebut. Terutama bagaimana melengkapinya dengan sejumlah dokumen foto pendukung, yang dirasakan masih sangat terbatas. Sementara, menanggapi buku Bagindo Azizchan dimaksud, Hery Bachrizal Tanjung, salah seorang pembicara, mengungkapkan sosok Bagindo Aziz Chan sebagai pribadi yang sudah terbiasa hidup disiplin, bertanggung jawab, intelek, serta seorang pribadi yang bangga sebagai orang Minang. “Selain itu, pribadi Azizchan, juga adalah seseorang yang memiliki jiwa perantau, dan kewirausahaan, di samping inovatif berani dan suka bereksperimen. (ris)

 

SUMBER: Padang Ekspres, Kamis, 16-Agustus-2007

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: